Suatu ketika seorang Penyihir yang sedang berjalan melintasi sebuah kota kecil tertarik mendengar tangisan seorang anak laki-laki di tengah malam.
Sang Penyihir terbang menggunakan sapu terbangnya dan masuk melalui jendela ke dalam kamar anak laki-laki itu di lantai dua lalu duduk di atas kusen jendela dan menyapanya.
โHalo, anak muda. Kenapa kau menangis? Aku bisa mendengar tangisanmu dari jarak puluhan kilometer dari sini.โ
Anak laki-laki itu kaget mendengar sapaan Sang Penyihir, tapi malah balik bertanya.
โKau mendengar tangisanku? Bagaimana mungkin? Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk bisa menangis dalam diam supaya ayah dan ibuku tidak terbangun di kamar sebelah.โ
๐
Anak Lelaki Yang Selalu Merasa Kesepian
Suatu ketika seorang Penyihir yang sedang berjalan melintasi sebuah kota kecil tertarik mendengar tangisan seorang anak laki-laki di tengah malam.
Sang Penyihir terbang menggunakan sapu terbangnya dan masuk melalui jendela ke dalam kamar anak laki-laki itu di lantai dua lalu duduk di atas kusen jendela dan menyapanya.
โHalo, anak muda. Kenapa kau menangis? Aku bisa mendengar tangisanmu dari jarak puluhan kilometer dari sini.โ
Anak laki-laki itu kaget mendengar sapaan Sang Penyihir, tapi malah balik bertanya.
โKau mendengar tangisanku? Bagaimana mungkin? Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk bisa menangis dalam diam supaya ayah dan ibuku tidak terbangun di kamar sebelah.โ
โ โ untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar