Halaman 1 dari 8
Suatu ketika seorang Penyihir yang sedang berjalan melintasi sebuah kota kecil tertarik mendengar tangisan seorang anak laki-laki di tengah malam. Sang Penyihir terbang menggunakan sapu terbangnya dan masuk melalui jendela ke dalam kamar anak laki-laki itu di lantai dua lalu duduk di atas kusen jendela dan menyapanya. โ€œHalo, anak muda. Kenapa kau menangis? Aku bisa mendengar tangisanmu dari jarak puluhan kilometer dari sini.โ€ Anak laki-laki itu kaget mendengar sapaan Sang Penyihir, tapi malah balik bertanya. โ€œKau mendengar tangisanku? Bagaimana mungkin? Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk bisa menangis dalam diam supaya ayah dan ibuku tidak terbangun di kamar sebelah.โ€
Halaman 1 dari 8