Bab 2 dari 2

Bab 2

FATIMAH MEMBERSIHKAN NAJIS

399 kata

Maria yang melihat perubahan ekspresi wajah Fatimah langsung meletakan Olive di kandang dan menghampiri Fatimah.

“Kamu kenapa Fatimah? Perlu minum?” Tanya Maria khawatir sambil menarik Fatimah duduk di ruang tamu. Fatimah masih diam. Kaget dan bingung.

“Hei…” Maria mengguncang-guncangkan tubuh Fatimah pelan.

Fatimah diam dan berpikir sejenak. Ia tahu air liur anjing itu najis berat.

“Anjing itu liurnya najis buat umat Muslim.” Fatimah menjelaskan sambil menatap kedua tangannya. Dia kemudian ingat bahwa najis berat bisa dibersihkan.

“Najis itu apa? Apa berbahaya?” Tanya Maria.

“Tidak berbahaya, tapi harus dibersihkan.” Wajahnya masih tegang, tapi suaranya sudah lebih tenang.

“Apa itu artinya, Olive tidak boleh bermain bersamamu?”

“Boleh, hanya sebisa mungkin aku tidak terkena air liurnya” Jawab Fatimah sambil menatap wajah temannya yang masih terlihat khawatir. Fatimah kemudian memegang kedua pundak temannya itu.

“Tenang saja, bisa dibersihkan kok. Tapi harus pakai tanah.” Lanjutnya kemudian.

“Kenapa harus pakai tanah?” tanya Maria penasaran.

“Soalnya liur anjing itu masuk najis mughallazhah (مغلظة) atau najis berat yang tidak bisa hilang cuma dibasuh pakai air saja,” jawab Fatimah sambil beranjak berdiri.

“Kamu punya tanah?” Tanya Fatimah kemudian.

“Ada dikebun belakang. Yuk” Jawab Maria sambil menggandeng tangan Fatimah ke arah kebun di belakang rumahnya.

Maria mengambil wadah dan sekop tanaman mamanya, mengambilkan beberapa sekop tanah untuk Fatimah dari kebun bunga mamanya. Sebelum mengambil tanah itu, Fatimah memastikan kebersihan tanah dengan bertanya apakah ada binatang peliharaan Maria yang pernah buang air besar ataupun kecil di taman itu. Dan Maria meyakinkan, bahwa tanah di taman itu bersih. Hanya Olive saja binatang peliharaannya, dan Olive belum pernah ke taman itu.

Lalu mereka berjalan menuju ruang cuci. Fatimah memulainya dengan mengucapkan Basmallah. Ia mencampur sedikit tanah bersih dengan air hingga agak berlumpur, lalu menggosokkannya ke bagian tangan yang terkena jilatan Olive. Setelah usapan tanah itu, Fatimah membilas tangannya dengan air mengalir sebanyak enam kali lagi.

"Satu usapan campuran tanah, ditambah enam kali bilasan air bersih, totalnya jadi tujuh kali basuhan," bisik Fatimah memastikan hitungannya tepat.

Setelahnya, dia mengeringkan tangannya dengan handuk kecil yang diberikan Maria.

“Kenapa harus tujuh kali Fat?” tanya Maria masih penasaran.

“Karena itu aturan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Salah satu dari tujuh basuhan itu harus dicampur tanah. Begitu dibilas tujuh kali, najisnya resmi hilang.”

“Ooooo. Trus sekarang sudah tidak najis lagi ya?”

“Iya, sudah bersih. Insyaallah.” Maria terlihat lega setelah mendengan jawaban Fatimah.

“Ya sudah yuk, main yang lain aja ya. Aku punya buku baru yang mau kutunjukkan.” 

Bab 2 dari 2

🎉

Selesai! Kamu telah membaca semua bab.

Kembali ke halaman cerita