Halaman 6 dari 6

Lita menarik nafas panjang dan melepaskannya perlahan bersama ego yang menyesakkan dadanya. Kemudian, sambil tersenyum tipis, Lita melonggarkan genggamannya dan mengembalikan si babi pink ke tangan Anisa. "Tentu saja tidak apa-apa, Anisa. Ini kan milikmu. Besok aku main ke sini lagi ya untuk memainkannya bersamamu!" ucap Lita. Anisa pun tersenyum lega, Ia menggangguk dan tersenyum lebar. "Tentu saja Lita, ayo kita mainkan si Pinky bersama lagi besok ya!". Lita mengangguk ceria. Sore itu, mereka berpisah dengan ringan tanpa beban. Persahabatan mereka terselamatkan karena saling memahami dan mengerti.
Halaman 6 dari 6

🎉

Selesai! Kamu telah membaca semua halaman.

Kembali ke halaman cerita