Bab 7
Khadijah Bukan Sekedar Istri Nabi
133 kata
Dari kisah Khadijah, kita belajar bahwa keistimewaan seorang perempuan tidak hanya diukur dari status, kekayaan, atau kedudukannya.
Keistimewaan dapat tumbuh dari keberanian memegang prinsip, kecerdasan mengambil keputusan, kesediaan berkorban, dan ketulusan mendampingi orang lain dalam kebenaran.
Khadijah adalah seorang saudagar. Ia mampu mengelola kehidupan dan hartanya. Ia adalah seorang istri dan ibu. Ia adalah perempuan yang memiliki kehormatan dan keteguhan. Dan ketika Rasulullah menerima wahyu pertama, ia menjadi orang pertama yang membenarkan risalah tersebut.
Ia tidak hanya berada di samping Rasulullah ketika sejarah sedang ditulis. Ia ikut menjadi bagian dari perjuangan itu.
Khadijah membuktikan bahwa seorang perempuan dapat menjadi pemimpin dalam kehidupannya, penguat bagi keluarganya, dan bagian penting dari lahirnya perubahan besar.
Ia bukan sekadar istri Nabi.
Ia adalah Khadijah—perempuan agung yang menjadi rumah pertama bagi ketenangan, keimanan, dan perjuangan Rasulullah SAW.