Ia belum pernah memikirkan hal itu sebelumnya.
Piko melanjutkan, “Aku juga pernah takut mencoba banyak hal. Kadang sesuatu terlihat menakutkan hanya karena kita belum mengenalnya.”
Kuku memandang Piko dengan penasaran.
“Benarkah?”
“Tentu,” jawab Piko. “Pertama kali aku memanjat pohon tinggi, aku juga takut jatuh. Pertama kali aku menjelajah hutan sendirian, aku takut tersesat. Tetapi setelah mencobanya, ternyata tidak semenakutkan yang kubayangkan.”
Kuku mulai berpikir.
Sementara itu, sinar matahari membuat matanya terasa silau.
Ia harus terus memicingkan mata agar bisa melihat dengan nyaman.
“Aku memang tidak terlalu suka siang hari,” gumamnya.
“Nah,” kata Piko sambil tersenyum. “Mungkin malam hari justru lebih cocok untukmu. Kau tidak akan tahu sebelum mencobanya.”
Kuku menatap langit yang mulai berubah jingga.
Perkataan Piko terdengar masuk akal.
Akhirnya ia mengangguk.
“Baiklah. Aku akan mencobanya malam ini.”
Piko tersenyum lebar.
“Itu semangat yang bagus!”
📖
Kuku Berani Terbang
Ia belum pernah memikirkan hal itu sebelumnya.
Piko melanjutkan, “Aku juga pernah takut mencoba banyak hal. Kadang sesuatu terlihat menakutkan hanya karena kita belum mengenalnya.”
Kuku memandang Piko dengan penasaran.
“Benarkah?”
“Tentu,” jawab Piko. “Pertama kali aku memanjat pohon tinggi, aku juga takut jatuh. Pertama kali aku menjelajah hutan sendirian, aku takut tersesat. Tetapi setelah mencobanya, ternyata tidak semenakutkan yang kubayangkan.”
Kuku mulai berpikir.
Sementara itu, sinar matahari membuat matanya terasa silau.
Ia harus terus memicingkan mata agar bisa melihat dengan nyaman.
“Aku memang tidak terlalu suka siang hari,” gumamnya.
“Nah,” kata Piko sambil tersenyum. “Mungkin malam hari justru lebih cocok untukmu. Kau tidak akan tahu sebelum mencobanya.”
Kuku menatap langit yang mulai berubah jingga.
Perkataan Piko terdengar masuk akal.
Akhirnya ia mengangguk.
“Baiklah. Aku akan mencobanya malam ini.”
Piko tersenyum lebar.
“Itu semangat yang bagus!”
← → untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar