Sepanjang perjalanan pulang, ucapan Arjuna terus terngiang di kepala Amel. Ia sadar, selama ini ia terlalu bergantung pada ibunya untuk urusan sederhana. Padahal menjaga kebersihan kamar adalah tanggung jawabnya sendiri. Keesokan paginya, saat alarm berbunyi, rasa malas sempat berbisik, 'Nanti saja beres-beresnya.' Namun, bayangan kamar Arjuna dan rasa bersalah pada ibunya membuat Amel langsung menyingkap selimut dan beranjak berdiri. Ia merapikan tempat tidur, menyusun buku di rak, menyapu kamar, lalu membantu ibu menyapu ruang tamu tanpa diminta. Melihat itu, ibunya tersenyum bangga. Sejak hari itu, Amel belajar bahwa menjadi mandiri bukan soal usia atau laki-laki maupun perempuan, tetapi tentang mau bertanggung jawab atas hal-hal kecil setiap hari.
📖
RAHASIA DI BALIK PINTU KAMAR
Sepanjang perjalanan pulang, ucapan Arjuna terus terngiang di kepala Amel. Ia sadar, selama ini ia terlalu bergantung pada ibunya untuk urusan sederhana. Padahal menjaga kebersihan kamar adalah tanggung jawabnya sendiri. Keesokan paginya, saat alarm berbunyi, rasa malas sempat berbisik, 'Nanti saja beres-beresnya.' Namun, bayangan kamar Arjuna dan rasa bersalah pada ibunya membuat Amel langsung menyingkap selimut dan beranjak berdiri. Ia merapikan tempat tidur, menyusun buku di rak, menyapu kamar, lalu membantu ibu menyapu ruang tamu tanpa diminta. Melihat itu, ibunya tersenyum bangga. Sejak hari itu, Amel belajar bahwa menjadi mandiri bukan soal usia atau laki-laki maupun perempuan, tetapi tentang mau bertanggung jawab atas hal-hal kecil setiap hari.
← → untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar