Halaman 4 dari 8
“Kau benar-benar anak yang polos. Apakah kau tidak pernah melihat sekelilingmu? Ada begitu banyak orang di sekitarmu: guru, teman-teman, orang tuamu. Itu berarti kau tidak sendirian.” Kata Sang Penyihir sambil menahan tawa. “Tapi mereka tidak mau bermain denganku. Mereka tidak mempedulikan aku.” Tanggap Nino dengan cepat. Tapi Sang Penyihir juga menanggapi dengan tak kalah cepat. “Jangan konyol, sudah kubilang kau tidak pernah sendirian. Aku akan membuktikannya kepadamu.” “Benarkah? Bagaimana caranya?” tanggap Nino dengan bersemangat. “Tapi sebagai gantinya kau harus berjanji untuk tidak lagi menangis setiap malam, bersuara ataupun tidak. Telingaku sakit mendengarnya.” Penyihir menanggapi sambil memasang raut wajah kesal. “Baiklah, aku berjanji.” Jawab Nino dengan terburu-buru. “Kalau begitu kau harus menuruti perkataanku.”
Halaman 4 dari 8