Halaman 5 dari 8
Setelah menjelaskan apa yang harus Nino lakukan, Sang Penyihir menggoyangkan tongkat saktinya dan mengarahkan kepada dirinya sendiri. “Baiklah, aku akan pergi sekarang. Kau harus melakukan apa yang sudah aku perintahkan padamu besok pagi.” Lalu Sang Penyihir beranjak dari jendela kamar Nino dan terbang menjauh. Keesokan paginya Nino bangun dan merasa bimbang. Semalam dia didatangi oleh seorang Penyihir yang berjanji akan menolongnya mengatasi rasa kesepiannya. Tapi, apakah itu benar? Bukan mimpi? Untuk membuktikannya Nino turun dari kamar dan mulai melakukan apa yang diperintahkan Sang Penyihir semalam. Dia menemui Ibunya yang sedang mempersiapkan sarapan. Ibu sudah mengenakan pakaian yang rapi, sepertinya sebentar lagi akan berangkat bekerja. Nino menghampiri Ibu, memberanikan diri untuk tersenyum dan menyapa sang Ibu lebih dulu.
Halaman 5 dari 8