Halaman 4 dari 8
RAHMA, TEMAN BARU ANNISA

RAHMA, TEMAN BARU ANNISA

Ustadzah Nur menyambutnya dengan hangat. Beliau membungkukkan badan untuk menyapa Annisa. Annisa masih menggenggam tangan ibu. Ia merasa gugup dan malu. "Selamat bergabung, Annisa. Sudah siap mengaji bersama teman-teman?" beliau mengulurkan tangannya kepada Annisa. Annisa mengangguk malu-malu dan menjabat tangan Ustadzah. Ustadzah kemudian memperkenalkan Annisa kepada teman-temannya. Mereka menyambutnya dengan senang. "Sini, duduk sebelahku, Nis." panggil seorang anak yang duduk dibarisan depan. Annisa segera duduk disebelahnya. "Namaku Rahma," ujarnya sambil mengulurkan tangannya. "Rumahku beda dua gang dari rumahmu." "Halo Rahma." Annisa menjabat tangan teman barunya itu. Mereka tersenyum
Halaman 4 dari 8