HARI PERTAMA MENGAJI DI MUSALA
Keesokan harinya, Annisa bersiap mengaji di musala untuk pertama kalinya.
Dia merasa gugup, dan takut, tapi juga tidak sabar ingin segera berangkat.
Ia mandi lebih awal dari biasanya.
Sejak semalam, ia sudah menyiapkan perlengkapan sholat dan buku mengajinya.
Lalu, ia duduk di teras Menunggu teman-temannya berangkat dengan tidak sabar.
Waktu terasa lambat berjalan.
Berkali-kali ia melihat ke ujung jalan untuk melihat apakah teman-temannya sudah datang.
Ketika ia akhirnya melihat beberapa anak menuju musala, ia melompat girang.
Annisa segera berlari masuk rumah, dan menarik ibu keluar untuk mengantarnya.
Annisa belum kenal satupun teman-teman barunya. Ia malu berangkat sendiri.
📖
Annisa Sekarang Suka Mengaji
HARI PERTAMA MENGAJI DI MUSALA
Keesokan harinya, Annisa bersiap mengaji di musala untuk pertama kalinya.
Dia merasa gugup, dan takut, tapi juga tidak sabar ingin segera berangkat.
Ia mandi lebih awal dari biasanya.
Sejak semalam, ia sudah menyiapkan perlengkapan sholat dan buku mengajinya.
Lalu, ia duduk di teras Menunggu teman-temannya berangkat dengan tidak sabar.
Waktu terasa lambat berjalan.
Berkali-kali ia melihat ke ujung jalan untuk melihat apakah teman-temannya sudah datang.
Ketika ia akhirnya melihat beberapa anak menuju musala, ia melompat girang.
Annisa segera berlari masuk rumah, dan menarik ibu keluar untuk mengantarnya.
Annisa belum kenal satupun teman-teman barunya. Ia malu berangkat sendiri.
← → untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar