Halaman 2 dari 4

Perlahan, Kapas turun lebih rendah hingga hampir menyentuh pohon mangga di halaman. "Nina, kenapa kamu termenung?" tanya Kapas dengan suara lembut. Nina terkejut. "Eh! Awan bisa bicara?" Kapas tertawa kecil. "Tentu saja. Ceritakan, ada apa?" Nina menunduk. "Aku gagal dalam lomba menggambar. Padahal aku sudah berlatih lama." Kapas mengangguk. "Lalu, apakah kamu berhenti suka menggambar?" Nina berpikir sejenak. "Tidak." "Kalau begitu, mimpimu masih ada," kata Kapas sambil tersenyum.
Halaman 2 dari 4