TERAKHIR, KAKI
“Sekarang, basuh kedua kaki dengan teliti dari sela-sela jari hingga mata kaki,” kata Ayah.
Khalif segera membasuh kaki kanannya.
Kemudian ia membasuh kaki kirinya.
“Sudah!”
Ayah menunjuk ke arah kaki Khalif.
“Coba perhatikan lagi.”
Khalif memperhatikan kedua kakinya dan melihat sebagian kaki kirinya masih kering.
“Oh!”
“Pantas tadi Ayah bilang jangan terburu-buru.”
Ayah mengangguk.
“Kadang-kadang bagian kecil justru mudah terlewatkan.”
Khalif mengulang membasuh kaki kirinya. Kali ini ia memastikan melakukannya dengan benar.
“Sekarang benar-benar selesai?”
Ayah tersenyum.
“Insyaallah. Jangan lupa doa setelah wudu dan yang penting kamu sudah belajar melakukannya dengan tertib.”
Khalif tersenyum lebar. Kemudian, ia membaca doa setelah wudu.
📖
JANGAN ASAL BASAH, KHALIF!
TERAKHIR, KAKI
“Sekarang, basuh kedua kaki dengan teliti dari sela-sela jari hingga mata kaki,” kata Ayah.
Khalif segera membasuh kaki kanannya.
Kemudian ia membasuh kaki kirinya.
“Sudah!”
Ayah menunjuk ke arah kaki Khalif.
“Coba perhatikan lagi.”
Khalif memperhatikan kedua kakinya dan melihat sebagian kaki kirinya masih kering.
“Oh!”
“Pantas tadi Ayah bilang jangan terburu-buru.”
Ayah mengangguk.
“Kadang-kadang bagian kecil justru mudah terlewatkan.”
Khalif mengulang membasuh kaki kirinya. Kali ini ia memastikan melakukannya dengan benar.
“Sekarang benar-benar selesai?”
Ayah tersenyum.
“Insyaallah. Jangan lupa doa setelah wudu dan yang penting kamu sudah belajar melakukannya dengan tertib.”
Khalif tersenyum lebar. Kemudian, ia membaca doa setelah wudu.
← → untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar