Bab 1
Malam Ketika Segalanya Berubah
204 kata
Pernahkah kita membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang pertama yang mendengar kabar tentang sebuah wahyu?
Malam itu, Muhammad bin Abdullah pulang dari Gua Hira dengan keadaan yang tidak biasa. Tubuh beliau menggigil dan hati beliau diliputi ketakutan setelah mengalami peristiwa yang belum pernah dialaminya sebelumnya. Beliau meminta Khadijah agar menyelimutinya.
Khadijah tidak menyambut kepanikan itu dengan kepanikan yang sama. Ia berada di sisi suaminya, menyelimuti dan menenangkan beliau sampai rasa takutnya berangsur reda. Setelah mendengarkan seluruh kisah yang dialami Muhammad, Khadijah mengingatkan beliau pada akhlak yang selama ini melekat dalam dirinya: menyambung silaturahmi, berkata benar, membantu orang yang kesusahan, memuliakan tamu, dan membela kebenaran.
Di saat Muhammad sendiri sedang mencari jawaban atas apa yang baru saja dialaminya, Khadijah hadir dengan ketenangan. Ia tidak meremehkan pengalaman itu. Ia tidak pula membiarkan ketakutan menguasai keadaan.
Khadijah kemudian membawa Muhammad menemui Waraqah bin Naufal, kerabatnya yang memiliki pengetahuan tentang kitab-kitab terdahulu. Dari pertemuan itulah semakin jelas bahwa pengalaman di Gua Hira berkaitan dengan wahyu dan kenabian.
Sejak saat itu, Khadijah menjadi orang pertama yang membenarkan dan beriman kepada risalah Muhammad SAW.
Namun, kisah Khadijah tidak dimulai pada malam itu. Jauh sebelum wahyu pertama turun, ia telah dikenal sebagai perempuan terhormat yang memiliki kecerdasan, kemandirian, dan kemampuan mengelola perdagangan.