Bab 2
Sang Saudagar Terpandang Di Makkah
150 kata
Khadijah binti Khuwailid berasal dari keluarga Quraisy yang terpandang. Ia dikenal sebagai perempuan yang memiliki kehormatan, kecerdasan, dan kemampuan dalam mengelola harta serta perdagangan.
Pada masa itu, perdagangan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Makkah. Khadijah mempercayakan perjalanan dagangnya kepada orang-orang yang ia anggap amanah. Salah seorang yang kemudian bekerja membawa barang dagangannya ke Syam adalah Muhammad bin Abdullah.
Ketika itu, Muhammad belum menjadi Rasul. Masyarakat Makkah mengenalnya sebagai pribadi yang jujur dan dapat dipercaya. Kejujuran itulah yang membuat Khadijah semakin menghormatinya.
Dari hubungan kerja tersebut, Khadijah mengenal lebih dekat akhlak Muhammad. Kepercayaan yang tumbuh di antara keduanya kemudian membawa mereka menuju pernikahan.
Khadijah bukan sekadar perempuan yang memiliki harta. Ia adalah seseorang yang mampu mengambil keputusan, membangun kepercayaan, dan menjaga kehormatan dirinya di tengah masyarakat.
Karena itu, ketika kelak dakwah Islam dimulai, Khadijah bukanlah seseorang yang baru belajar menjadi kuat. Ia telah memiliki keteguhan yang ditempa oleh kehidupannya sendiri.