Halaman 1 dari 3
Bismilahirrahmanirrahim (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ)

Bismilahirrahmanirrahim (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ)

Gendhis dengan tergesa membuka pintu rumahnya, “Asslamualaikum!” Teriaknya begitu pintu terbuka “Ibu, aku terpilih mengikuti lomba Cerdas Cermat mewakili sekolah bulan depan!” teriaknya lagi sambil mencari ibunya keseluruh ruangan. Hingga ia menemukan ibu di dapur sedang mencuci piring. Setengah menabrak, dipeluknya ibu. Ibu terdorong, nyaris menjatuhkan gelas dalam genggamannya. Ibu meletakkan gelas itu, mematikan kran air dan berbalik menghadap Gendhis. “Ada apa anak manisku? Kenapa kamu bahagia sekali hari ini?” “Aku lolos bu, aku terpilih mewakili sekolah dalam lomba cerdas cermat bulan depan!” jawab Gendhis bangga “Waaaah, selamat ya sayang.” Ibu memeluknya erat. “Ngga sia-sia aku belajar dan mengerjakan latihan – latihan soal setiap hari.” ucap Gendhis masih antusias. “Tentu, kerja keras dan kesungguhan akan membawa hasil yang baik” Ibu mengusap kepalanya. Gendhis mengangguk. Ia kemudian bergegas mengganti bajunya, mencuci tangannya dan duduk di meja makan. Aroma masakan ibu saat ia pulang tadi tersebar ke seluruh rumah. Membuatnya merasa lapar seketika. Ada udang goreng dan sayur bayam kesukaan Gendhis. Ia segera mengambil nasi dan lauk bersiap makan. Ketika sendok sudah hampir masuk ke mulutnya, ibu memegang pundaknya. “Apa Gendhis lupa sesuatu?” tanya Ibu. Gendhis meletakkan sendoknya dan memandang ibu. Ia mencoba mengingat ingat. “Ah, maaf bu. Aku lupa berdoa dan mengucapkan Bismillah. Berhadapan dengan makanan kesukaanku membuatku lupa”. Jawab Gendhis sambil nyengir. Ibu tersenyum “Setidaknya Gendhis ingat sekarang. Ayo berdoa dulu.” “Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar. Aamiin.” Gendhis pun makan dengan lahap. “Gendhis tahu tidak, kenapa kok ibu selalu mengingatkan Gendhis mengucapkan Bismillah dan berdoa sebelum memulai segala sesuatu?” tanya ibu setelah Gendhis selesai makan. “Ya, supaya ngga masuk neraka bu, supaya ngga dosa,” jawab Gendhis “Bukan itu manisku,” ibu nowel pipi Gendhis. “Mengucapkan Bismillah dan berdoa itu, membantu kita mengingat bahwa, Allah itu Maha Pegasih dan Penyayang. Dengan menyebut nama-Nya sebelum melakukan sesuatu, kita berterimakasih atas Rahmat-Nya dan juga memohon perlindungan dan pendampingan-Nya.” “Jadi, bukan supaya Gendhis selamat dari Neraka ya?” “Memangnya apa arti dari kalimat Bismillah itu menurut Gendhis?” tanya ibu “Bismilahirrahmanirrahim (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) itu artinya Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bu Guru pernah bilang, dengan membaca Bismillah sebelum melakukan sesuatu, akan membuat kita merasa lebih tenang, karena yakin dan percaya bahwa Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang akan menemani kita dalam melakukan hal-hal tersebut. Karena yakin ditemani Allah, maka kita juga akan merasa lebih berani dan percaya diri. Kan Allah juga Maha Besar? Pasti bisa menjaga dan melindungi kita, ya kan Bu?” Ibu mengangguk “Tapi bu, kalau kita lupa mengucapkannya, apakah kita akan dihukum? Apakah dosa?” tanya Gendhis kemudian. Ibu tersenyum. “Tidak sayangku. Membaca kalimat Bismillah bukan hal wajib, tetapi sunnah” “Oh, Gendhis tahu apa itu Sunnah.” Gendhis berdehem lalu melanjutkan mencoba menjelaskan. “Sunnah itu artinya, hal – hal baik yang dianjurkan untuk dilakukan orang - orang muslim. Kita akan mendapatkan pahala jika melakukannya, namun tidak berdosa jika meninggalkannya.” Ibu mengangguk, “Pinter, benar sekali sayang.” Ibu mengangkat dua jempolnya “Oooh, itu artinya makin banyak mengucapkan Bismillah, makin banyak pahala Gendhis ya bu?” Gendhis menatap ibu dengan mata berbinar “Kalau begitu Gendhis mau melakukannya saja, Gendhis mau dapat banyak pahala dari Allah. Lagi pula, setiap kali Gendhis mengucapkannya, kepercayaan diri Gendhis jadi lebih besar dan kalau Gendhis baca sebelum belajar, otak Gendhis jadi lebih encer”. Ibu tertawa mendengarnya. “Beneran loh Bu. Kemarin aja pas seleksi Cerdas Cermat, sebelum mulai, Gendhis sudah deg-deg an, takut, dan berkeringat dingin. Trus Gendhis coba pejamkan mata, Tarik nafas dalam-dalam dan melepaskannya sambil mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Dan beneran lolos kan?” ucapnya sungguh-sungguh. Ibu tersenyum. “Doa tidak membuatmu jadi makin pintar atau tiba – tiba pintar Gendhis sayang.” Ibu membelai kepala Gendhis. “Gendhis lolos karena Gendhis sudah berusaha keras dengan belajar dan mengerjakan latihan soal setiap hari. Tetapi, berdoa saat Gendis sedang takut dan gelisah, membuat Gendhis jadi lebih tenang dan yakin.” Ibu mengangkat dagu Gendhis lembut. “Karena lebih tenang, Gendhis jadi bisa fokus menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan.” Gendhis tersenyum bangga. Benar, dia ingat, dia sudah belajar dengan sungguh – sungguh setiap hari, sholat lima waktu juga tidak pernah dia tinggalkan. Jadi, Gendhis lolos seleksi karena kerja kerasnya selama ini yang kemudian disempurnakan oleh ketenangan dari Allah. Bukan karena keajaiban yang tiba-tiba menbuatnya pintar.
Halaman 1 dari 3