Beberapa hari kemudian, Ayah dan Ibu pulang ke rumah sambil membawa Adik. Vino segera menghampiri mereka. Namun, begitu melihat adiknya, ia merasa bingung.
Adik ternyata tidak seperti yang ia bayangkan.
Tubuhnya sangat kecil. Tangan dan kakinya mungil. Kulitnya kemerahan dan terlihat rapuh. Sepanjang hari Adik hanya menangis, minum susu, lalu tidur. Setelah itu, ia akan menangis lagi, minum susu lagi, dan kembali tidur.
Hari demi hari berlalu. Vino mulai merasa kecewa.
Bagaimana mungkin ia bisa bermain dengan Adik jika Adik hanya tidur dan menangis?
Melihat Vino yang sering diam dan tidak lagi bersemangat mendekati Adik, Ibu menghampirinya.
โVino, kenapa kamu terlihat sedih?โ tanya Ibu.
Vino pun menceritakan semua perasaannya. Ia mengaku kecewa karena Adik tidak bisa bermain dengannya. Bahkan, menurutnya, Adik tampak terlalu kecil untuk melakukan apa pun.
๐
Saat Adik Datang
Beberapa hari kemudian, Ayah dan Ibu pulang ke rumah sambil membawa Adik. Vino segera menghampiri mereka. Namun, begitu melihat adiknya, ia merasa bingung.
Adik ternyata tidak seperti yang ia bayangkan.
Tubuhnya sangat kecil. Tangan dan kakinya mungil. Kulitnya kemerahan dan terlihat rapuh. Sepanjang hari Adik hanya menangis, minum susu, lalu tidur. Setelah itu, ia akan menangis lagi, minum susu lagi, dan kembali tidur.
Hari demi hari berlalu. Vino mulai merasa kecewa.
Bagaimana mungkin ia bisa bermain dengan Adik jika Adik hanya tidur dan menangis?
Melihat Vino yang sering diam dan tidak lagi bersemangat mendekati Adik, Ibu menghampirinya.
โVino, kenapa kamu terlihat sedih?โ tanya Ibu.
Vino pun menceritakan semua perasaannya. Ia mengaku kecewa karena Adik tidak bisa bermain dengannya. Bahkan, menurutnya, Adik tampak terlalu kecil untuk melakukan apa pun.
โ โ untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar