Ibu tersenyum lembut.
“Vino, apa kamu ingat bagaimana ulat berubah menjadi kupu-kupu?” tanya Ibu.
Vino mengangguk.
“Awalnya, ulat berasal dari telur yang sangat kecil. Setelah menetas, ulat tumbuh semakin besar. Kemudian ia berubah menjadi kepompong. Setelah berjuang keluar dari kepompongnya, barulah kupu-kupu bisa terbang dengan sayapnya yang indah.”
Vino mendengarkan dengan saksama.
“Lalu, apa kamu masih ingat ketika kita menanam kacang hijau?” tanya Ibu lagi.
“Tentu saja ingat!” jawab Vino antusias. “Kacang hijau itu membutuhkan waktu cukup lama untuk tumbuh menjadi tauge.”
“Benar sekali,” kata Ibu. “Sama seperti kupu-kupu dan kacang hijau, Adik juga membutuhkan waktu untuk tumbuh.”
Vino mulai memperhatikan.
📖
Saat Adik Datang
Ibu tersenyum lembut.
“Vino, apa kamu ingat bagaimana ulat berubah menjadi kupu-kupu?” tanya Ibu.
Vino mengangguk.
“Awalnya, ulat berasal dari telur yang sangat kecil. Setelah menetas, ulat tumbuh semakin besar. Kemudian ia berubah menjadi kepompong. Setelah berjuang keluar dari kepompongnya, barulah kupu-kupu bisa terbang dengan sayapnya yang indah.”
Vino mendengarkan dengan saksama.
“Lalu, apa kamu masih ingat ketika kita menanam kacang hijau?” tanya Ibu lagi.
“Tentu saja ingat!” jawab Vino antusias. “Kacang hijau itu membutuhkan waktu cukup lama untuk tumbuh menjadi tauge.”
“Benar sekali,” kata Ibu. “Sama seperti kupu-kupu dan kacang hijau, Adik juga membutuhkan waktu untuk tumbuh.”
Vino mulai memperhatikan.
← → untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar