Menunggu Tidak Mudah
Hari-hari berlalu.
Kadang-kadang Bima melihat kotak itu dari bawah.
Rasa penasaran sering muncul.
“Apa ya isi suratku waktu itu?” gumamnya.
Beberapa kali ia hampir membukanya.
Namun ia selalu mengingat aturan yang ia buat sendiri.
Belum waktunya.
Selama setahun itu, banyak hal terjadi.
Bima naik kelas.
Ia mendapat teman baru.
Ia mengikuti lomba membaca cerita.
Awalnya ia sangat gugup.
Tetapi akhirnya ia berani tampil di depan banyak orang.
Bima juga mulai menulis cerita-cerita pendek di buku catatannya.
Tanpa sadar, ia semakin dekat dengan cita-citanya.
Kotak di atas lemari tetap menunggu dengan sabar.
📖
Surat untuk Masa Depan
Menunggu Tidak Mudah
Hari-hari berlalu.
Kadang-kadang Bima melihat kotak itu dari bawah.
Rasa penasaran sering muncul.
“Apa ya isi suratku waktu itu?” gumamnya.
Beberapa kali ia hampir membukanya.
Namun ia selalu mengingat aturan yang ia buat sendiri.
Belum waktunya.
Selama setahun itu, banyak hal terjadi.
Bima naik kelas.
Ia mendapat teman baru.
Ia mengikuti lomba membaca cerita.
Awalnya ia sangat gugup.
Tetapi akhirnya ia berani tampil di depan banyak orang.
Bima juga mulai menulis cerita-cerita pendek di buku catatannya.
Tanpa sadar, ia semakin dekat dengan cita-citanya.
Kotak di atas lemari tetap menunggu dengan sabar.
← → untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar