Saatnya Membuka Surat
Tepat setahun kemudian, Bima teringat pada surat rahasianya.
Ia berlari menuju kamarnya.
Kotak sepatu itu masih berada di tempat yang sama.
Dengan hati berdebar, ia membuka tutupnya.
Amplop itu masih tersimpan rapi.
Bima membaca surat yang ia tulis setahun lalu.
Ia tersenyum.
“Wah, aku benar-benar menulis ini?”
Beberapa bagian membuatnya tertawa.
Ada juga bagian yang membuatnya terharu.
Ia membaca kalimat tentang keinginannya menjadi lebih berani.
Kemudian ia teringat lomba membaca cerita yang pernah diikutinya.
“Sepertinya aku sudah lebih berani sekarang,” katanya bangga.
Ia merasa seperti sedang berbicara dengan dirinya sendiri dari masa lalu.
📖
Surat untuk Masa Depan
Saatnya Membuka Surat
Tepat setahun kemudian, Bima teringat pada surat rahasianya.
Ia berlari menuju kamarnya.
Kotak sepatu itu masih berada di tempat yang sama.
Dengan hati berdebar, ia membuka tutupnya.
Amplop itu masih tersimpan rapi.
Bima membaca surat yang ia tulis setahun lalu.
Ia tersenyum.
“Wah, aku benar-benar menulis ini?”
Beberapa bagian membuatnya tertawa.
Ada juga bagian yang membuatnya terharu.
Ia membaca kalimat tentang keinginannya menjadi lebih berani.
Kemudian ia teringat lomba membaca cerita yang pernah diikutinya.
“Sepertinya aku sudah lebih berani sekarang,” katanya bangga.
Ia merasa seperti sedang berbicara dengan dirinya sendiri dari masa lalu.
← → untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar