Hadiah dari Masa Lalu
Bima mengambil kertas baru.
Kali ini ia menulis surat lagi.
Untuk dibuka tahun depan.
Halo, Bima di masa depan.
Sekarang aku sudah berumur 11 tahun.
Aku mulai menulis cerita sendiri.
Aku berharap tahun depan aku bisa menyelesaikan sebuah buku cerita anak.
Aku juga ingin tetap rajin belajar dan membantu orang tua.
Sampai bertemu lagi tahun depan.
Setelah selesai, ia memasukkan surat baru ke dalam kotak.
Bima sadar bahwa waktu memang terus berjalan.
Namun setiap hari memberi kesempatan untuk bertumbuh.
Saat menutup kotak itu, ia tersenyum.
Terkadang hadiah terbaik bukanlah mainan atau uang.
Melainkan melihat betapa banyak perubahan baik yang telah terjadi dalam diri kita.
Pesan cerita: Menulis tujuan dan harapan membantu kita melihat perkembangan diri serta menghargai proses bertumbuh.
📖
Surat untuk Masa Depan
Hadiah dari Masa Lalu
Bima mengambil kertas baru.
Kali ini ia menulis surat lagi.
Untuk dibuka tahun depan.
Halo, Bima di masa depan.
Sekarang aku sudah berumur 11 tahun.
Aku mulai menulis cerita sendiri.
Aku berharap tahun depan aku bisa menyelesaikan sebuah buku cerita anak.
Aku juga ingin tetap rajin belajar dan membantu orang tua.
Sampai bertemu lagi tahun depan.
Setelah selesai, ia memasukkan surat baru ke dalam kotak.
Bima sadar bahwa waktu memang terus berjalan.
Namun setiap hari memberi kesempatan untuk bertumbuh.
Saat menutup kotak itu, ia tersenyum.
Terkadang hadiah terbaik bukanlah mainan atau uang.
Melainkan melihat betapa banyak perubahan baik yang telah terjadi dalam diri kita.
Pesan cerita: Menulis tujuan dan harapan membantu kita melihat perkembangan diri serta menghargai proses bertumbuh.
← → untuk berpindah halaman | Esc untuk keluar