Halaman 2 dari 8
WUDU BUKAN SEKEDAR BASAH!

WUDU BUKAN SEKEDAR BASAH!

“Khalif, sudah berwudu dengan benar?” “Sudah, Yah!” “Yakin?” Khalif mengangguk mantap. Ayah kemudian bertanya, “Coba ceritakan bagaimana kamu berwudu tadi.” “Aku menyiramkan air ke muka, tangan, dan kaki. Lihat, sudah basah, kan?” Ayah tersenyum. “Apakah Khalif sudah niat wudu dalam hati?” “Hehehe… nggak sempat, Yah. Aku nggak mau kita terlambat!” “Berwudu jangan terburu-buru. Ada urutan dan bagian-bagian yang perlu diperhatikan.” Khalif memandang Ayah dengan penasaran. “Hah? Apa wuduku tadi ada yang salah, Yah?” “Yuk, kita ulang bersama ya? Kali ini Khalif ikuti arahan Ayah.” Khalif mengangguk dan mengikuti Ayah kembali menuju tempat wudu.
Halaman 2 dari 8